ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI SUATU WILAYAH
(STUDI KASUS DI JALAN MARGONDA RAYA)
ABSTRAK
Jalan Margonda Raya memiliki fungsi jalan kolektor primer
dengan volume lalu lintas paling tinggi dibandingkan jalan lainnya di Kota
Depok terutama pada jam sibuk. Pergerakan
kendaraan dan pejalan kaki di kawasan tersebut baik lokal maupun regional cukup
padat sehingga sering menimbulkan kemacetan dan kendaraan yang mengakibatkan
bertambahnya waktu tempuh kendaraan terutama pada pada saat hari kerja.
Batasan yang diambil yaitu Bundaran UI sampai pertigaan
jalan Margonda Raya-jalan Ir.H.Juanda dengan lokasi survey mulai dari depan kampus
D Universitas Gunadarma.
Penyebab kemacetan yang
terjadi dapat diketahui dengan pengamatan langsung terhadap lokasi kemacetan, sehingga
dapat diketahui titik kemacetan, tingginya aktivitas pejalan kaki, beserta waktu
arus kendaraan puncak.
Dari hasil pengamatan,
ditemukan penyebab kemacetan lalu lintas yang terjadi di jalan Margonda Raya, yaitu
karena aktivitas penyebrang jalan yang cukup banyak, perilaku pengemudi
angkutan kota, dan banyaknya kendaraan.
Berdasarkan penyebab utama
yang ditemukan, maka solusinya adalah dengan ditutupnya media jalan zebracross
depan halte pocin dengan pagar agar pejalan kaki tidak menyebrang sembarangan
yang mengakibatkan terjadinya kemacetan dan Jembatan penyebrangan orang dapat
dipakai dengan semestinya, serta perbaikan halte untuk tempat pemberhentian
angkot.
Dengan solusi tersebut,
diharapkan kecepatan perjalanan yang melewati jalan Margonda Raya pada waktu
arus puncak dapat meningkat.
Kata kunci: Kemacetan, Jalan
Margonda Raya, Pagar Pembatas.
I. PENDAHULUAN
Lalu lintas adalah sarana untuk bergerak dari satu
tempat ke tempat yang lain, oleh karena itu lalu lintas merupakan salah satu
masalah penting. Apabila arus lalu lintas terganggu atau terjadi kemacetan,
maka mobilitas masyarakat juga akan mengalami gangguan. Gangguan-gangguan ini
akan berdampak negatif pada masyarakat.
Masalah kemacetan lalu lintas seringkali
terjadi pada kawasan yang mempunyai
intensitas kegiatan dan penggunaan lahan yang tinggi.
Selain itu, kemacetan lalu lintas
terjadi karena volume lalu lintas tinggi yang disebabkan
bercampurnya lalu lintas
menerus, lalu lintas regional dan lokal.
Demikian juga yang terjadi di jalan Margonda
Raya yang menghubungkan antara Kota Depok dengan Kota Jakarta hampir setiap
hari kerja maka ruas jalan ini selalu terjadi kemacetan lalu lintas. Panjang
Jalan Margonda Raya adalah sekitar 6,5 km terhitung dari bundaran Universitas
Indonesia sampai dengan pertigaan Jl. Dewi Sartika.
Kemacetan lalu lintas yang terjadi di jalan Margonda
Raya merupakan masalah
yang harus segera ditangani. Usaha-usaha untuk mencegah
dan mengurangi
terjadinya kemacetan lalu lintas harus segera dilakukan,
maka perlu dilakukan
analisis untuk mengetahui penyebab kemacetan lalu lintas
yang terjadi sehingga dapat memberikan solusi untuk mengatasi kemacetan yang
terjadi.
II. PENYEBAB KEMACETAN LALU DI JALAN MARGONDA RAYA
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan,
maka penyebab kemacetan
yang sering terjadi di jalan Margonda Raya adalah sebagai
berikut :
Aktivitas Pejalan Kaki / Penyebrang Jalan
Aktivitas pejalan kaki / penyeberang jalan yang
ada di jalan Margonda Raya cukup banyak. Pemda setempat telah menyiapkan
fasilitas JPO yang cukup memadai untuk penyebrang jalan tetapi orang–orang
tetap lebih memilih zebracross
dikarenakan waktu tempuh yang lebih cepat tetapi adapun dampak negatif dengan
adanya zebracross yaitu merupakan
salah satu hal yang dapat memicu terjadinya macet.
Kesadaran dari pejalan kaki dalam memenuhi peraturan
yang berlaku juga minim. Hal ini juga didukung dari hasil pengamatan yang telah
dilakukan bahwa aktivitas pejalan kaki / penyeberang jalan ini menjadi penyebab
kemacetan terbesar yang terjadi di jalan Margonda Raya.
Berikut adalah gambaran dari aktivitas pejalan
kaki / penyeberang jalan yang dapat kita lihat di Jalan Margonda Raya.
Gambar
1. penyebrang jalan di Jalan Margonda Raya
Perilaku Pengemudi Angkutan Kota
Angkutan kota atau angkot adalah salah satu
moda transportasi yang sering kita jumpai dan banyak digunakan oleh masyarakat
karena harga yang terjangkau, tetapi angkot juga menjadi penyebab terjadinya kemacetan
karena sering berhenti untuk menurunkan
penumpang dan berhenti / ngetem pada tempat yang
dilarang.
Demikian juga yang terjadi di jalan Margonda
Raya bahwa perilaku angkutan kota yang tidak sesuai aturan menjadi penyebab kemacetan
kedua berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan.
Berikut adalah gambaran yang diambil di
tempat Angkutan kota berhenti / ngetem
di Jalan Margonda Raya.
Gambar 2. Perilaku angkutan kota di Jalan Margonda Raya
III. SOLUSI MENGATASI KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN
MARGONDA
RAYA
Jalan Margonda Raya merupakan jalan yang
menghubungkan Kota Jakarta dengan Kota Depok dan sekitarnya. Setiap hari banyak
sekali masyarakat yang melewati jalan tersebut baik dengan kendaraan umum maupun
kendaraan pribadi.
Jalan Margonda Raya memiliki lokasi yang
berdekatan dengan pusat perdagangan (mall) dan sarana pendidikan yang
mengakibatkan terjadinya kemacetan.
Berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan kemacetan di jalan
Margonda Raya.
Menghilangkan Zebracross Depan Halte Pocin
Salah satu penyebab kemacetan yang terjadi di jalan
Margonda Raya adalah aktivitas pejalan kaki / penyebrang jalan. Hal ini
dikarenakan tingkat penyebrang jalan yang tinggi dan kurangnya kesadaran
masyarakat akan adanya fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah daerah
setempat yaitu jembatan penyebrangan orang (JPO).
Aktivitas pejalan kaki yang demikian sangat
mengganggu aktivitas kendaraan yang melewati wilayah tersebut sehingga kecepatan perjalanan yang melewati jalan
Margonda Raya menjadi lebih lambat yang mengakibatkan terjadinya
kemacetan.
Diharapkan dengan ditutupnya media jalan
zebracroos depan halte pocin, masyarakat mulai menggunakan fasilitas JPO yang
telah disediakan agar waktu hambatan yang diakibatkan oleh aktivitas pejalan
kaki dapat dihilangkan dan kecepatan rata-rata kendaraan dapat meningkat terutama
pada saat tingkat arus kendaraan tertinggi serta tentunya akan dapat mengurangi
tingkat kecelakaan lalu lintas.
Perbaikan Halte untuk Pemberhentian Angkutan Kota
Solusi kedua untuk mengatasi kemacetan di
jalan Margonda Raya adalah dengan melakukan perbaikan halte untuk tempat
pemberhentian angkutan kota. Hal ini dimaksudkan agar angkutan kota tidak
berhenti sembarangan dan masyarakat lebih tertib.
Adapun tujuan lainnya dengan diberikan
fasilitas yang memadai, masyarakat menjadi lebih nyaman dan lebih tertarik lagi
dalam mengunakan angkutan umum sehingga penggunaan kendaraan pribadi dapat berkurang
dan kemacetan dapat teratasi sehingga antara supir angkot dan pemerintah daerah
tersebut terjadi hubungan yang mutualisme.
Diharapkan dengan adanya perbaikan halte
untuk tempat pemberhentian angkutan kota di jalan Margonda Raya, dapat
mengurangi hambatan yang dialami oleh pengguna kendaraan pada saat melalui
wilayah tersebut.
IV. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, menunjukkan
bahwa titik lokasi kemacetan pada jalan Margonda Raya terjadi dari Kampus D
Gunadarma sampai dengan lampu merah Juanda, terutama pada saat tingkat arus
terbesar / puncak yaitu pada pukul 16.30 – 19.30 WIB.
Hal ini dapat dilihat dari menurunnya
kecepatan perjalanan kendaraan yang melalui jalan tersebut. Penyebab kemacetan
yang terjadi di jalan Margonda Raya tersebut adalah aktivitas pejalan kaki /
penyebrang jalan dan perilaku angkutan kota serta perbaikan fasilitas untuk
tempat pemberhentiannya.
Solusinya yaitu perlu ditutupnya media jalan zebracross depan halte pocin dengan
pagar agar pejalan kaki tidak menyebrang sembarangan yang mengakibatkan
terjadinya kemacetan dan JPO dapat dipakai dengan semestinya, serta perbaikan
halte untuk tempat pemberhentian angkot. Dengan solusi tersebut, diharapkan kemacetan
di jalan Margonda Raya dapat teratasi.
IV. SARAN
Kemacetan yang terjadi di sepanjang
jalan Margonda Raya Kota Depok terjadi pada dua tempat utama yaitu didepan
kampus D Universitas Gunadarma dan depan Mall Depok. Berdasarkan masalah dari
kemacetan sepanjang jalan Margonda Raya tersebut didapatkan solusi dan saran
yaitu dengan ditutupnya media jalan / zebracross depan halte pocin agar pejalan
kaki tidak menyebrang di tempat tersebut lagi dan penggunaan jembatan
penyebrangan orang disana bisa digunakan sebagaimana mestinya. Adapun solusi
dan saran yang kedua dengan melakukan perbaikan halte pocin untuk tempat
pemberhentian angkot agar lebih tertib.
Kemacetan Dengan solusi dan saran yang telah diberikan, diharapkan dapat
mengurangi kemacetan yang terjadi di jalan Margonda Raya. Berikut adalah
ilustrasi gambar sesuai dengan solusi dan saran yang telah diberikan
- · Sebelum
- · Sesudah
VI. DAFTAR PUSTAKA




